BAGIAN PERTAMA MENERANGKAN USUL  FIQIH

Al –Ashlu ( asal,pokok , dasar ) secara bahasa  berarti  sesuatu  yang di atasnya dibangun  sesuatu  yang lain seperti asal dari pohon dalam arti pokok  atau dasar dari pohon , dan dasar dari pohon yang tetap bertemu dengan tanah adalah akar . Pokok –pokok dari fiqih adalah dasar fiqih .

Al-Far’u ( cabang ) secara bahasa berarti sesuatu yang dibangun diatas sesuatu yang lain ,seperti Furu’ atau cabang  dari pohon adalah nerupakan bagian pohon, dan Furu’ atau beberapa cabang dari fiqih adalah bagian dari dasar-dasar fiqih .

Al-Ashlu secara istilah adalah dalil atau kaidah yang umum . Contoh

–          Asal atau dasar di wajibkannya sholat adalah Al- Qur’an  yaitu firman  allah .

قال الله تعا لى: وا قيموا الصلا ة وا توا الزكا ة (النساء : 77  )

            Artinya : “ Dan  dirikanlah sholat dan  berikanlah zakat . ‘’{An – nisa’  77}

–          Dasar diperbolehkannya makan bangkai bagi orang yang benar-banar membutuhkan adalah salah satu masalah perbedaan dalam kaidah fiqih yang umum yaitu :

كل ميتةحرام

Artinya :’’ Semua bangkai itu hukumnya adalah  haram .’’

Firman Alloh swt.

 

قا ل الله تعا لى :ا نما حرّم عليكم الميتة  ( البقرة : 173 )

Artinya :’’ Bahwa sesungguhnya Alloh telah mengharamkan bagi kamu semua bangkai.’’

Usul fiqih adalah dalil fiqih secara ijmal {umum}.seperti ucapan sebagian para ulama’ :

مطلق الامر للوجوب

Artinya :’’Umumnya amar {perintah }adalah menunjukkan suatu kewajiban.’’

ومطلق النهي للتحريم

Artinya :’’ Umumnya nahi{larangan }adalah menunjukkan suatu kehormatan .’’

ومطلق فعل النبي صلى الله عليه وسلم ومطلق الإجماع ومطلق القيا س حجج

Artinya :’’ Mutaknya {umumnya }perbuatan Nabi  Muhammad saw.dan Mutlaknya ijma’ dan qiyas adalah merupakan suatu Hujjah {Dalil}.’’

Fiqih secara bahasa berarti Faham .contoh

                        فقهت كلامك

Artinya :’’ Saya faham pembicaraanmu .’’

Fiqih secara Istilah adalah ilmu yang digunakan untuk mengetahui hukum-hukum syari ‘at yang jalannya melalui Ijtihad .

Seperti  mengetahui niat didalam wudhu adalah wajb dan sesamanya yag termasuk masalah-masalah ijtihadi.

قال النبى صلى الله عليه وسلم : إنما الأعمال بالنيات . رواه البخارى ومسلم .

          Nabi  bersabda : Segala perbuatan itu tergantung pada niat ( HR. Bukhori dan Muslim ).

          Wudhu adalah merupakan bagian dari perbuatan.

            Tidak termasuk didalam fiqihmengetahui ilmu hokum syariat yang jalannya tidak melaui ijtihad seperti mengetahui  bahwa sesungguhnya sholat lima waktu adalah ewajib dan zina hukumnya haram dan sesamanya yang termasuk masalah-masalah yang qot’i maka tidak termasuk Ilmu yang telah disebutkan dalam fiqih.

–          Ilmu adalah sifat yang mana dengan sifat tersebut sesuatu yang dicari dapat terbuka dengan sempurna .

–          Al-Jahlu {bodoh} adalah tidak mengetahui sesuatu.

–          Ad-Dzon { perasangka }  adalah menemukan sesutatu yang lebih dari duaperkara

–          Al-wahmu {Buruk sangka } adalah menemukan sesuatu yang dikalahkan dari dua perkara .

–          Asy-syak {Ragu-ragu}adalah menemukan sesuatu diantara dua perkara itu sama derajatnya .

Keraguan bahwa Zaid itu berdiri atau tidak bila sama itu disebut Asy-syak (Ragu-ragu) dan bila lebih yakin bahwa Zaid itu berdiri dari pada tidak disebut Ad-Dzon (Perasangka) dan bila ada yang dikalahkan itu disebut Al-Wahmu (Buruksangka )

Sesuatu yang diharapkan dengan Ilmu pada pengertian Fiqih itu memuat Ad-Dzon (perasangka ).

 

HUKUM

            Hukum itu ada sembilan yaitu : Wajib , sunnah , mubah , haram , makruh , shohih, batal , rukhshoh dan ‘azimat .

  1. Wajib adalah sesuatu yang di beri  pahala  bila mengerjakannya  dan akan  di siksa  bila meningglkannya .  contoh  :  sholat lima  waktu  dan puasa Ramadhan.
  2. Sunnah  ( Mandub ) adalah  sesuatu  yang akan di beri pahala bila mengerjakannya dan tidak akan disiksa  bila meninggalkannya  seperti  sholat tahiyatal masjid ,sholat rowatib , sholat  duha dan lain – lain .
  3. Mubah  adalah sesuatu yang tidak diberi  pahala atau disiksa karena mengerjakannya  atau meninggalkannya  seperti  idur siang hari .
  4. Haram  adalah  sesuatu yang akan diberi pahala bila meninggalkannya dan akan disiksa  bila mengerjakannya , seperti  Riba ,Zina , Berbuat kerusakan dan lain – lain .
  5. Makruh  adalah sesuatu yang akan diberi pahala bila meninggalkannya dan tidak akan disiksa  bila mengerjakannya , seperti  mendahulukan anggota kiri dan mengakhirkan anggota kanan ketika berwudlu .
  6. Shohih  adalah sesuatu yang memenuhi  Rukun dan Syarat  .
  7. Batal adalah  sesuatu yang tidak memenuhi Rukun dan Syarat .
  8. Rukhshoh  adalah hukum yang  berubah yang berasal dari sulit menjadi mudah karena ada suatu sebab . seperti orang yang dalam perjalanan boleh tidak berpuasa dan diperbolehkannya makan bangkai karena  Dhorurot ( terpaksa ) .
  9. ‘Azimat adalah hukam yang seperti Wajibnya sholat lima waktu dan haramnya makan bangkai karena tidak Dhorurot ( terpaksa ).

 

PEMBAHASAN PERTAMA

AMAR ( PERINTAH )

 

 Amar adalah perintah untuk melakukan suatu pekerjaan yang berasal  dari orang yang darajatnya lebih tinggi kepada orang yang derajatnya lebih rendah .

Beberapa Amar ada beberapa kaidah :                                     

  1. الاصل فى الامر للوجوب الاّما د لّ الدليل على خلافة .

Artinya :’’ Asal amar adalah wajib kecuali ada dalil yang tidak mewajibkan“.

Contoh :

قا ل الله تعالى : وا قيموا ا لصلاة وا توا الزكاة

Artinya :” Dan Dirikanlah sholat dan berikanlah zakat ‘’.

 

  1. الا صل فى الا مر لا يقتضى ا لتكرا رالا ما دل ا لدليل على خلا فة .

 

Artinya :’’Asal amar adalah tidak menuntut untuk mengulang kecuali ada dalil yang memerintahkan untuk mengulanginya “.

Comtoh :

قا ل الله تعا لى : واتموا ا لحج وا لعمرةا لله

Artinya :” Dan sempurnakanlah haji dan umroh karena Alloh “.

 

  1. ا لا صل في الامر لايقتضى ا لفور ,لأن الغرض منه ايجاد الفعل من غير اختصاص بالزمان الاول دون الزمان الثا نى.

Artinya :” Asal perintah adalah tidak menuntut melakukan berulang-ulang , karena tujuan dirinya adalah mewujudkan suatu perbuatan dengan tanpa mengkhususkan waktu yang pertama atau yang kedua ‘’.

 

  1. الامر با لشيء امر بوسا ئله. الامر بالصلاة امر با لطا هرة .

Artinya :” Perintah kepada sesuatu berarti perintah kepada perantaannya “ .

 

Contoh : Perintah untuk melakukan sholat berarti perintah untuk melakukan bersuci .

  1. الامر با لشئ نهي عن ضده

Artinya : “ perintah kepada sesuatu berarti melarang kepada sebaliknya”.

Contoh :

قال الله تعالى: وقولوا للنا س حسنا

Alloh berfirman :” Dan ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia”.

 

  1. إذا فعل المأموربه على وجهه يخرج المأمورعن عهدة الامر,

Artinya :apabila perintah telah dilaksanakan menurut kriteerianya maka pelakunya terbebas dari ikatan perintaah tersebut”.

 

فإذا عدم الشخص الماء فتيمم فصلى , خرج عن عهدة الامر فلا قضاء عليه اذا وجد الماء

 

,apabila seseorang tidak menemukan air maka bertayamum kemudian sholat, dan ketika seseorang telah keluar dari waktu perintah maka tidak ada qodo baginya bila menemukan air.

 

PEMBAHASAN KEDUA

AN-NAHYU ( LARANGAN )

An-Nahyu adalah perintah untuk meninggalkan suatu pekerjaan yang berasal dari orang yang derajatnya lebih tinggi kepada orang yang derajatnya lebih rendah .

 

                           Didalam Amar ada beberapa kaidah :

  1. الاصل في ا لنهي للتحريم إلاّما دلّ ا لد ليل على خلا فة.

Artinya :”Asal nahi adalah Harum kecuali ada dalil yang tidak mengharamkannya”.

 Contoh :

قال الله تعالى: ولاتفسدوا في الارض بعد اصلاحها

Artinya :” Dan janganlah kamu semua merusak bumi sesudah baiknya” .  

 

  1. النهي عن الشئ امر بضده .

Artinya :” Melarang sesuatu berarti perintah kepada sebaliknya “.

 Contoh :

قا ل الله تعا لى : ولا تأكلوا أموالكم بينكم بالباطل

Artinya :” Dan janganlah kamu semua memakan harta diantara kalian semua dengan batil”.

 

  1. 3.       ا لاصل في النهي يدلّ على فساد ا لمنهيّ عنه في العبادات. كصلاة الحائض وصو مها

Artinya :”Asal Nahi adalah menunjukkan atas rusaknya sesuatu yang dilarang didalam beribadah ‘’.seperti Sholatnya orang haid dan puasanya .

  1. ا لنهي يد ل على فسا دالنهي عنه في المعا ملا ت ان رجع النهي نفس ا لعقد, كما في بيع ا لحصاةنهههي رسول الله عليه وسلم  عن بيع ا لحصاة    (روا ه مسلم)

 

Artinya :” Nahi itu menunjukkan atas rusaknya sesuatu yang dilarang didalam muamalat jika nahi itu kembali pada akad’’.Seperti jual beli batu .’’Rosululloh saw.melarang jual beli batu “.

 

 

PEMBAHASAN KETIGA

‘AAM ( UMUM )

 

‘Aam adalah dalil yang masih umum diantara dua perkara atau lebih hingga tidak dapat dihitung .

   Kalimat yang termasuk ‘Aam itu ada empat :

– Isim Mufrod yang dima’rifatkan dengan alim dan lam (ال )

قال الله تعا لى: إن الانسا ن لفي خسر إلاّالذين أمنوا

 

Artinya :” Sesungguhnya semua manusia itu dalam keadaan rugi kecuali orang-orang yang beriman”.

 

– Isim Jama’ yang dima’ rifatkan dengan alim dan lam (ال )

قال ا لله تعالى : إن الله يحب المحسنين

Artinya :”Sesungguhnya Alloh mencintai  orang-orang yang berbuat baik”.

 

– Lam di dalam isim Nakiroh 

قا ل الله تعا لى: لا تجزنفس عن نفس شيئا

–          Isim yang masih umum atau samar . Seperti :

1)      Lafad “ Man” yang digunakan untuk orang yang berakal contoh :

قا ل ا لله تعالى : فمن يعمل مثقال ذرة خيرا يره

Artinya:”Barang siapa beramal baik sekecil biji maka dia akan melihatnya”.

2)      Lafad “ Ma ” yang digunkan untuk sesuatu yang tidak berakal seperti contoh-contoh sebagai berikut :

قال الله تعا لى : والله بصير بما تعملون

Artinya :” Alloh itu mengetahui sesuatu yang kamu kerjakan “.  

قال الله تعالى : ايّاما تدعوا فله الاسماء الحسنى

Artinya : ”  

قا ل الله تعالى :اينما تكونوا يدرككم الموت

Artinya :” Dimanapun kamu berada maut akan menjemputmu”.

 

3)      Dan lafad “ Mata” yang menunjukkan arti waktu contoh :

متى سفر ت فانت طا لق

            Artinya :” Ketika kamu ( perempuan ) pergi maka kamu orang yang di talak”.

                                   

 

 

 

 

PEMBAHASAN KEEMPAT

KHOS   DAN TAKHSIS

Khos adalah dalil yang tidak didapatkan diantara dua perkara atau lebih  sehingga  tidak dapat dihitung .

Takhsis adalah mengeluarkan sebagian dari dalil ‘aam .

Takhsis itu dibagi menjadi dua yaitu : Takhsis Muttasil dan Takhsis Munfasil .

Takhsis yang Muttasil itu ada bebebrapa macam  antara lain :

  1. Istisnak ( mengecualikan ) .

Firman Allah  ayat 1-2 :

والعصر إنّ الإنسان لفى خسر إلاّ الذين أمنوا وعملوا الصالحات

Artinya : “ Demi massa . Sesungguhnya  manusia itu semuanya pasti dalam kerugian kecuali orang-orang yang beriman dan beramal sholeh “.

 

  1. At-Taqyiidu Bishshifat  ( Membatasi dengan Sifat )

Firman Allah  QS. An-Nisak  ayat 92   tentangg kafaroh pembunuhan

فتحرير رقبة مؤمنة

Artinya : “ Maka merdekakan budak yang beriman” .

  1. At-Takhshishu Bil Ghoyah  

Firman Allah Surat al-Baqoroh ayat 222 :

ولاتقربواهنّ حتّى يطهرن

      Artinya : “ Dan janganlah kamu semua mendekatinya ( wanita yang sedang haid ) sehingga mereka suci” .

 

  1. At-Takhshishu Bil Badal

Firman Allah surat Ali Imron ayat 97 :

ولله على الناس حج البيت من استطاع إليه سبيلا

Artinya : “ mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah yaitu ( bagi ) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitulloh”.

 

Takhsis Munfasil itu juga ada lima macam yaitu :

  1. Takhis Al-qur’an dengan Al-qur’an

 

  1. Takhis Al-qur’an dengan dengan Al-Hadits
  2. Takhsis  Al-HAadits dengan Al-Qur’an
  3. Takhsis Al-HAdits dengan Al-Hadits
  4. Takhsis Al-Hadits dengan Al-Qiyas

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s